\

Senin, 22 September 2014

tips lulus test rekruitmen bumn jamsostek cc: cpns

ane ingin berbagi tulisan gan… tulisan ini merupakan hasil copy paste dari forum sebelah… jadi ane sebelumnya berterima kasih dulu sama agan kontributor: dhony_dhona; iwonderalone,alhaniin; dan forum kaskus http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=9124977 …

seandainya ada yang mau ditanyakan,, saya juga menerima komentar…

Ringkasan Jamsostek dan Tahapan Tesnya (iwonderalone)

Bismillahirrahmanirrahim

[Special Credits to : agan dhony_dhona dan Agan/Sis lainnya yang telah ikut berbagi informasi.

Ane sebelom lulus di Jamsostek kemaren punya janji klo ane lulus ane akan ikut menshare semua hal yg mungkin dapat membantu teman2 yang ingin mengikuti tes kerja jamsostek kedepannya. Ane akan disini selain meringkas semua informasi penting mengenai Jamsostek dan tesnya. ane juga akan menambahkan info2 yg ane anggap berguna .

Posisi di Jamsostek
Quote:Original Posted By dhony_dhona ►
Sedikit menambahkan…banyak teman2 yg PM ane dimintakan untuk memberikan penjelasan

Intinya kerja di Jamsostek itu enak lah…

Sedikit memberikan penjelasan posisi

AO (Account officer) yaitu memperluas dan memasarkan produk Jamsostek terhadap perusahaan dalam hal ini pastilah wajib karena berdasarkan undang undang ketenagakerjaan mengenai perlindungan Tenaga kerja…jgn samakan AO seperti di Bank…karena jamsostek itu bersifat wajib ikut, baik itu perusahaan BUMN atau pun perusahaan swasta sesuai dengan syarat di UU

verifikator Jaminan di sini Anda memverifikasi dan menetapkan tentang pembayaran klaim klaim JHT atau jaminan jaminan yg di ajukan oleh Tenaga kerja (santunan) sesuai dengan hak TK itu sendiri

Verifikator JPK hampir sama seperti VerJam tetapi mengenai kesehatan ataupun memberdayakan para dokter dokter yg ikut kerja sama dengan Jamsostek

SDM & umum (aktiva) di sini Anda bekerja mengurus rumah tangga kantor, pengadaan,peralatan, dan org2 kantor yg bersifat interen

IT support seperti namanya mengurusi bagian IT, aplikasi, modem, internet, sistem dan kartu jamsostek (cetak,koreksi nama dll)

verifikator keuangan (pajak, keuangan & lain) biasa berhubungan dengan duit..hahah

Kasir (pembukuan dll) yang mengurusi pembayaran klaim dan dll ( termasuk gaji)

Secara garis besar itu adja…gaji hampir sama karena yg membedakan yaitu S1 ataupun D3

Tesnya sama dengan MT,ODP, PPS tarap BUMN
Tinggal berdoa adja

salam kawan-kawan
semangat menuju BPJS Ketenagakerjaan

informasi tentang jamsostek juga bisa baca2 di http://www.jamsostek.co.id
tak kenal maka tak sayang gan, pelajari Jamsostek n program2nya rata2 interview ditanya gan. .

Ringkasan Jamsostek dan Tahapan Tesnya

TAHAPAN TES JAMSOSTEK

Untuk tahun 2012 ada 8 Tahapan Tes kemudian Diklat persiapan Kerja ( termasuk tes juga) Lulus semua Calon Karyawan 3 bulan lalu karyawan tetap.
Tahapan tes
1. Seleksi Administrasi
2. online test
3. confirmary test
4. Psikotes
5. LGD & Wawancara Psi
6. Verifikasi Dokumen
7. tes Kesehatan
8. Wawancara user
9. Diklat Persiapan kerja

Langsung Ane Mulai
1. seleksi administrasi
Ane kurang paham “seleksi administrasi” selain semua syarat2 terpnuhi dan, ane berasumsi jawaban dari pertanyaan2 yg diajukan waktu pendaftaran ikut ambil bagian dalam lulus atau tidaknya dalam tahapan tes ini, dari jawaban tersebut mungkin (maklum ane bukan org SDM hehe) dapat dinilai apakah kita punya kompetensi yang sesuai(kompetensi kritikal) dr posisi yg kita lamar. karena ada temen2 ane dr universitas negeri terkemuka dengan IPK 3,8 merasa yakin berkasnya lengkap dan semua syarat terpenuhi tidak lulus tes ini. Kurang lebih 30-40rb pendaftar untuk tes Sesumatera 2012.

2. online test
TES KEMAMPUAN UMUM
PETUNJUK PENGERJAAN :
* Tes ini akan terdiri dari 4 Subtes.
* Setiap subtes memiliki instruksi pengerjaan masing-masing. Perhatikan dengan benar metode pengerjaan setiap subtes.
* Setiap subtes mempunyai waktu pengerjaan yang terbatas. Waktu akan tertera di atas masing-masing subtes dalam hitungan mundur untuk menunjukkan sisa waktu yang Anda miliki.
* Sediakan kertas dan alat tulis di sekitar Anda untuk membantu pengerjaan tes.
* Jika sudah selesai pada satu subtes dan waktu masih tersisa, Anda dapat memeriksa kembali hasil pekerjaan Anda pada subtes tersebut.
* Cara menjawab dengan meng-klik pada pilihan jawaban yang Anda anggap benar.
PERHATIKAN PETUNJUK SETIAP SUB TES DAN MANFAATKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA

subtes 1 Soal hitungan (50 soal waktu 5 menit)
subtes 2 gambar2 40 soal
subtes 3 60 soal waktunya 6 menit lawan kata atau persamaannya
subtes 4 25 soal 5 menit

penting
• ikuti semua petunjuk mengikuti tes online waktu pengumuman lulus tes seleksi administrasi, InsyaAllah klo diikutin ga ada kendala pas online tes

Trik yang dipakai temen ane
Siapkan kalkulator dan 1 temen ente untuk ikut dalam soal hitung2an, jangan menghitung sendiri karena bakal banyak menghabiskan waktu. Ente tinggal bilang soalnya temen ente yg pake kalkulator. Klo ane itung sendiri krn ane agak biasa ngitung cepet, tapi bagi ente yg agak kurang dalam hitung2an sangat direkomendasikan pake trik ini. Untuk subtes gambar dan kata banyak2 latihan aja buku psikotes atau lainnya. Ane tidak mengajarkan kecurangan disini karena tidak ada aturan bahwa tes ini harus dikerjakan sendirian :P lagpula ada alasan mengapa waktunya demikian cepat krn dibantuin pun susah untuk selesai semua.

3. Confirmatory Tes
Disini verifikasi kelengkapan berkas dan tes gambar ada 4 subtes pilihan ganda ABCDE tiap subtes ada 10 nomor (dulu di post brp ane lupa, ada yg kasih link soal sama persis tp ane saranin ga usah percaya diri aja dan latihan pake soal2 yg lain) karena ) :
Credit to alhaniin Quote:Original Posted By alhaniin ►
mungkin ane bantu jelasin gan kenapa ada yang gk lulus

saya pernah dpet info dr salah satu psikolog jadi dalam confirmatory tes (seperti yang kita tes kmaren) dibuat rank nilai berdasarkan waktu
,,misalnya dari 1-5..
jadi setelah di rank maka tergantung perusahaan minta,,klo biasanya sie yang rank 3-4 krn klo rank 1-2 terlalu rendah dan klo 5 terlalu tinggi,,
agan bisa kasih kesimpulan sendiri gmana jadiny perusahaan yang rekrut rank itu

nah seandainya kejawab semua kan aneh juga yang seharusnya di setting waktu supaya gk selesai semua trnyata selesai,,berarti dua kesimpulan (klo gk dia pinter banget ya dia dpet bocoran) sekian dari ane

CMIIW
Kesimpulan : latihan boleh tapi jangan curang dengan latihan menggunakan soal yg sama persis, rata2 yg coment di trit ini yg tdk lulus mereka yang latihan menggunakan soal yg sama persis, jwaban dr agan alhaniin bisa menjadi pertimbangan bagi kaskuser semua.

4. Psikotes dan Bhs. Inggris (Tertulis)
bahasa inggris 100 soal, bisa dibilang mudah engga kaya TOEFL yg rada ribet, standar lah bahasa inggrisnya.
psikotes : EPPS, Kraeplin, Warteg Tes, Gambar Orang, Gambar Pohon, ada 10 soal berisi pertanyaan umum, ada juga soal kepribadian
wah klo ini yg penting fisik harus fit(jgn begadang apalagi ga tidur),fokus gan, ga perlu tegang gampang2 kok. sering2 latihan juga bagus. Dateng awal kenali tempat n situasi juga boleh kok biar bisa lebih tenang 

5. Diskusi Kelompok dan wawancara Psikolog
Diskusi Kelompok : tes ini ente nanti dikasih kasus dan diskusi cari penyelesaiannya dalam jangka waktu yang ditentukan.
Berkenalan dulu lebih baik, cairkan suasana, Beranikan diri berbicara, keluarkanlah pendapat dan Jadilah orang yg bisa berdiskusi dan kerjasama dengan baik. Jangan mendominasi, jangan memaksakan kehendak,jgn sok pinter, jgn sok bener. katakan pendapat dengan tegas jgn gagap hehe. Pede aja lg ga kenal juga, gw yakin lo bisa gan
Wawancara psikolog, disini lebih banyak ditanya tentang kepribadian, pengalaman kerja, kuliah. Jawab jujur aja gan tunjukan kesungguhan mau kerja di Jamsostek. Yah kira2 gitulah gan, klo belom pede juga coba2 baca tips n trik interview, atau bisa juga bagi yg suka gagap klo ngomong, tulis dikertas jawaban dr pertanyaan yg kira2 bakal ditanyain sama pewawancara, jd biar lancar waktu tanya jawab, atau lebih bagus lagi latihan jawabnya depan kaca, jadi agan bisa nilai sendiri diri agan kurangnya dimana hehe. Alhamdullilah klo interview mah keahlian ane , dan sebelom jd ahli ane selalu gagal yg penting terus berusaha gan, bisa karena biasa, klo belom biasa, biasakan dgn latihan hehe.

6. verifikasi dokumen
Cek keaslian dokumen, ijasah, transkirp nilai, skck. Barengan dengan wawancara psi sama LGD

7. Kesehatan
Ini mah diri agan sendiri, semoga selama ini hidup sehat dan sering olahraga. Jauhi gula dan kolesterol gan sebelom tes ini, lebih cepat lebih baik hehe.. yg barengan ane banyak gagal krn kolesterol sama gula. Klo overweight atau obesitas masih bisa kok yg penting jgn 2 diatas aja dan ga ada penyakit yg serius/fatal angkatan ane ada kok yg over n obes, ane aja over hehe . Bagi yang merokok tenang aje, ane satu bungkus lbh sehari kadang2 2 bungkus, tp klo bisa kurangin jauh2 hari yah, jgn krn ane lulus agan masih ngebul aje, jaga2lah masa berhenti bentar aja ga mau, Jamsostek Mantab loh ga nyesel masuk sini hehe.

8. Wawancara User
Ini yg paling asyik dr semua tes gan, mantab bener rasanya hehehe. Jawablah lagi2 dengan jujur, berikanlah jawaban yang benar2 menunjukan diri agan bahwa agan memang pantas lulus, bahwa agan benar2 sungguh2 ingin bekerja, bahwa agan benar2 bersyukur bisa sampai tes ini dan lebih bersyukur lagi apabila lolos. Yah banyak2 aja bilang siap dan bersedia deh hehe. Orang2 Jamsostek itu bener2 baik-baik, ramah, suka becanda, sumpah deh gan Percaya deh ente pasti kaget seberapa tidak terduganya interview user ini. Bagi yg dapet user selain ane sebut diatas berarti ente ga yakin omongan ane haha. disini ane ga akan kasih contoh pertanyaan, tp klo maksa sih pertanyaannya seputar kesiapan dan kebersedian agan menjalani semua surat pernyataan yang telah ente tandatangani hehe, tentang jamsostek n program2nya, posisi yang dilamar mengapa melamar posisi itu, gaji, pengalaman, keahlian(kelebihan,kekurangan) yah kira2 itu yg ane ditanyain banyakan ngobrolnya bukan tanya jawab klo ane

9. DIKLAT Persiapan Kerja
Asyik dah nyampe diklat aja, satu kata untuk DIKLAT = LUAR BIASA eh itu dua deng . DIKLAT itu seru abis, selain seru2an ane bisa belajar banyak hal, banyak banget saking banyaknya sampai ane sadar bahwa ane masih bodoh banget . ada outbound(mantab dah ah) sekaligus latihan disiplin dr tentraa, klo mau liat bapak2 yg Macho itu akting sok galak layaknya disinetron jgn sampai ketinggalan yang satu ini, belajar lah disiplin dr bapak2 yg sebenernya unyu2 ini haha. Nanti ada kelas yg ngajar instruktur yg semua profesional dibidangnya, klo di DPK 2012 ada 3 kelas A,B,C untuk Materi Umum, Terus Masuk ke kelas Rumpun dibagi sesuai Posisi, AO(rumpun Pemasaran) Verjam VerJPK(rumpun Pelayanan) dll. Klo DPK 2012 tingal n belajar Di Gedung YTKI gatsu. Ente tinggal idup aje gan, makan disiapin(jgn terlalu berharap atas yg satu ini gan, emng pertama2 mantab makanannya tp lama2 sih cobain ndiri dah) pakaian laundry, ada karoeke ny bagi2 yg malem2 suka galau. Yg cinlok jgn beduaan aje yah jgn lupa belajar .
Nah abis ntu OJT dah di cabang klo DPK 2012 kacab2 se DKI sih, pergi dianter pulang dijemput disiapin mobil dr cabang masing2. Ini asyik juga, bener2 baik2 pekerja2 di jamsostek, bener2 ga nyesel masuk sini, lingkungan kerjanya juga nyaman.

Dan waktunya mengucapkan Alhamdullilah yg banyak banget, agan resmi Calon karyawan dah. 3 bulan lalu karyawan tetap.

Selamat gan, ente2 org terpilih. Jgn pernah lupa karunia tuhan ini, tunjukan rasa syukur dengan berkerja tulus iklas dan sebaik mungkin karena disini ente juga selain kerja cari pahala hehe “kutipan KABIRO DIKLAT”. Bagi yg kurang yakin atau kurang percaya diri, ente sama kaya ane diawal tes gan. ane ga pinter gan,ane tinggal di bekasi (lokasi tes palembang) dr awal tes jamsostek ane Cuma punya uang 100rb rupiah sampai bisa selesai tes pun ane ga ngutang seperakpun, selalu ada tangan2 yg bantu ane untuk tetep ikut tes ini. Yg ane punya cuma keyakinan akan tuhan yg maha baik lagi maha penolong yang selalu bantu ane, ane Cuma inget doa2 keluarga ane dan doa2 semua org yg bantu ane agar seberat apapun tantangan bisa ane hadapin.

Akhir kata Alhamdullilah dan Terimakasih yg banyak utk semua Agan n Sis yg telah post di trit ini,
Semoga sukses sehat luar biasa untuk kalian semua.

sumber : http://mesz.wordpress.com/2012/08/23/tips-lulus-test-rekruitmen-bumn-jamsostek-cc-cpns/

Senin, 15 September 2014

Shining bright like a Diamond


 "3-5-2 (lagi) atau 4-3-3/4-1-2-1-2?" pertanyaan ini yang terus muncul di kepala para pundit serta pendukung Manchester United sebelum laga v QPR digelar. Louis van Gaal sendiri telah menerapkan 3-5-2 di nyaris seluruh sesi melatihnya tahun ini termasuk saat membesut Timnas Belanda yang secara 'sukses' dibawanya ke posisi ke-3 terbaik dunia di Brazil 2014.

Meski begitu, 3-5-2 LvG tidak berjalan begitu apik di tanah Britania Raya. Apa penyebabnya? Manchester United meraih nir-kemenangan dalam 3 laga awal PL termasuk 1 kekalahan memalukan v MK Dons di ajang piala liga.

Sebenarnya masalah bukan terletak di dalam skema itu sendiri, melainkan 'miskinnya' kedalaman skuad United sehingga menjadikan segala hal sulit untuk menjalankan skema 3-5-2 a la LvG ini, cederanya sejumlah nama seperti Ander Herrera, Marouanne Fellaini, dan Michael Carrick di lini tengah dan kurangnya variasi serangan dar sayap yang dihuni si 'one-trick-pony' Ashley Young, Luis Nani (yang udah jarang main sejak 2 musim lalu, akhirnya dipinjamkan ke Lisbon), Antonio Valencia (yang agak angin-anginan) serta Adnan Januzaj (yang belum mencapai level potensi terbaiknya) mengambil peran dalam sulitnya 3-5-2 nyetel di Old Trafford.

Namun segalanya bisa saja berubah dengan datangnya sejumlah nama baru (dan tentunya kembalinya Ander Herrera, Marwan, serta Carrick). Sejujurnya saya agak skeptis dengan kedatangan para pemain baru yang digiring Ed Woodward ke OT musim panas ini meski dinilai banyak pendukung United sebagai kesuksesan bursa transfer musim panas.

Pos bek tengah yang rawan setelah ditinggal duet Rio-Vida hanya ditambal oleh kedatangan Marcos Rojo dan penyakit lama yaitu gelandang tengah energik nan kreatif cuma ditambal dengan kedatangan Ander Herrera yang harus menyokong duet senior rentan cedera: Fletcher-Carrick serta si clueless Marwan (yang sampai detik ini masih sulit melebur dengan skema United sebagai CM). Keraguan juga muncul saat peminjaman (potensi beli) Radamel Falcao yang sama rentannya dengan RvP dalam hal potensi cedera. Makin skeptis lagi dengan kedatangan Daley Blind yang aslinya full-back kiri yang sudah diisi dengan adanya full-back kiri Inggris berbanderol mahal, Luke Shaw. Cuma pembelian Angel Di Maria yang tidak mengundang pandangan skeptis saya: cepat, elegan, serta kreativitas dari sayap, sesuatu yang sempat ditawarkan Luis Nani beberapa musim lalu.

Setelah menelaah lebih dalam dan menyimak dengan seksama konferensi pers-nya LvG, terjawablah satu keraguan saya terhadap salah satu pembelian United musim panas ini, Daley Blind: untuk dijadikan pemain versatile yang fleksibel dimainkan di lini tengah (maupun jadi ban serepnya Shaw jika dibutuhkan). Daley Blind tampil apik musim lalu bersama Ajax, menjadi pemain paling aktif Ajax dalam hal passing maupun intersepsi, memungkinkan do'i mengisi posisi double pivot dalam skema 3-5-2 maupun segala formasi yang melibatkan gelandang tengah-belakang yang bebas menjadi penyambung lini belakang serta tengah khususnya dalam skema 4-1-2-1-2 yang akrab disapa sebagai '4-4-2 diamond'. Pembelian Daley Blind juga melibatkan jumlah uang paling waras yang dikeluarkan Ed Woodward musim ini, cuma belasan juta pound, ABSOLUTE BARGAIN!

Laga v QPR kemarin jadi ladang pembuktian buat para pemain baru serta LvG sendiri. Mencoba 4-4-2 diamond, LvG menempatkan Blind di pos DM, Herrera+AdM di depan Blind, serta Mata di pos favoritnya yaitu AM.

AdM tampil apik selain gol Freekick yang entah fluke/flair, visinya menghasilkan banyak umpan manis untuk dinikmati bersama oleh lini depan + Juan Mata dari second line. Umpannya dari sisi kiri ke dalam kotak menghasilkan 1 assist brilian. Do'i juga sempat membuat umpan yang amat baik ke Robin van Persie yang menyambut di kotak penalti, namun sayang first-time volley sang skipper Belanda masih mengarah tepat ke pelukan kiper bangkotan Inggris, Robert Green.

Marcos Rojo juga tampil baik, ditempatkan di pos full-back, Rojo melakukan beberapa overlapping run yang cukup membantu dalam membangun serangan. Satu-satunya hal negatif yang dibuat Rojo malam itu adalah komunikasi buruknya dengan DDG di fase awal babak pertama saat kedudukan masih 1-0, DDG keluar dari sarangnya mencoba membuat clearance (yang pada akhirnya gagal), beruntung sontekan pemain QPR (yang saya lupa namanya, sebut saja Mawar) masih berada dalam jangkauan Jonny Evans, satu-satunya pemain dengan jersey United yang memisahan bola dengan gawang United yang tanpa pengawalan.

Kuartet Blind-Mata-Herrera-AdM terbukti amat menguasai lini tengah kali ini, terbukti dari Ball Possession kedua tim di akhir laga. Sandro yang sejatinya punya reputasi sebagai gelandang perusak skema serang lawan semasa membela Spurs dibuat kocar-kacir dengan 1-2 pass serta position interchange yang dibuat kuartet United kemarin malam.

Penampilan Tyler Blackett juga cukup apik, mengingat ini musim pertama do'i di PL, penampilannya mendekati sejumlah bek kawakan senior United. Satu-satunya momen yang menyadarkan kita kalau do'i masih hijau dalam hal pengalaman adalah saat di mana ia membiarkan bola melewati kedua kakinya dari sisi kiri pertahanan United tanpa melihat jika Eduardo Vargas tepat ada di belakangnya. Beruntung sontekan Vargas masih menyamping tipis di sisi kanan gawang DDG.

Para pemain lama juga cukup enjoy dalam laga ini, sebut saja Evans (yang sempat kewalahan di fase awal), Rooney (1 gol, 1 assist), RvP, Rafael (yang sering overlap ke depan, sempet nutmeg sekali), serta para pemain pengganti yaitu Aval dan Januzaj.

Overall, dilihat dari skornya yaitu 4-0, 4-4-2 diamond LvG bisa dibilang cukup sukses. Udah lama gak liat United menang sebegitu 'effortless'-nya. Satu-satunya hal yang kurang kemarin malam adalah ngeliat Radamel Falcao nyekor di OT. Semoga minggu depan bisa kesampean liat kembarannya Agung Hercules ini nyekor pake jersey United (amin.)

Meski tampil cukup baik dengan 4-4-2 diamond, LvG belum menutup kemungkinan untuk kembali ke 3-5-2 atau malah nyobain 4-3-3 dengan kembalinya Herrera serta Carrick (1-3 pekan lagi). Bukan rahasia lagi jika LvG juga merupakan pengagum skema menyerang 4-3-3 yang sempat diakuinya ingin diterapkan di United bulan lalu (saat itu do'i bilang materinya belum mendukung untuk 4-3-3 di United, kalau sekarang gimana, meneer?). Kehadiran Falcao bisa jadi memperkuat keinginan LvG untuk memasang tridente di lini depan. Tidak ada yang tahu apa yang ada di benak LvG, so nikmati saja dulu kesuksesan 4-4-2 diamond kemarin...

Jumat, 04 Juli 2014

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN FLEXY



PEMBAHASAN

A.  Profil Responden
            Berikut adalah hasil analisis profil responden yang meliputi : jenis kelamin, usia, pendapatan atau uang saku, lama waktu penggunaan dan penggunaan merek lain.  
TABEL 5.1
Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No
Jenis kelamin
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
Laki-laki
51
45,54
2
Perempuan
61
54,46
Jumlah
112
100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
          Tabel 5.1 di atas menunjukan bahwa persentase responden untuk perempuan adalah lebih besar dengan jumlah 61 responden atau sebesar 54,46% jika dibandingkan dengan laki-laki dengan jumlah 51 responden atau sebesar 45,54%.
TABEL 5.2
Frekuensi Responden Berdasarkan Usia

No
Usia
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
< 20 Tahun
31
27,68
2
20 - 23 Tahun
62
55,36
3
> 23 Tahun
19
16,96
Jumlah
112
100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
            Tabel 5.2 di atas menunjukan bahwa usia responden yang persentasenya terbesar adalah kelompok usia 20 – 23 tahun dengan jumlah 62 responden atau sebesar 55,36%. Sedangkan proporsi kelompok responden yang terkecil adalah  responden yang berada pada kelompok lebih dari 23 tahun dengan jumlah 19 responden atau sebesar 16,96%.
TABEL 5.3
Frekuensi Responden Berdasarkan Pendapatan

No
Pendapatan
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
Kurang dari Rp 300.000
13
11,61
2
Rp 300.000- Rp 500.000
54
48,21
3
Lebih dari Rp 500.000
45
40,18
Jumlah
112
100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
            Dari Tabel 5.3 di atas dapat diketahui bahwa persentase terbesar adalah kelompok responden yang mempunyai pendapatan antara Rp300.000- Rp500.000 dengan jumlah 54 responden atau sebesar 48,21%. Sedangkan proporsi terkecil adalah kelompok responden yang mempunyai pendapatan kurang dari Rp300.000 dengan  jumlah 13 responden atau sebesar 11,61%.
TABEL 5.4
Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Waktu Penggunaan

No
Waktu Penggunaan
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
< 1 Tahun
21
18,75
2
1 - 3 Tahun
63
56,25
3
> 3 Tahun
28
25,00
Jumlah
112
100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
            Tabel 5.4 di atas menunjukkan bahwa persentase responden dengan waktu penggunaan 1- 3 tahun adalah proporsi kelompok responden yang paling besar dengan jumlah 63 responden atau sebesar 56,25%, jika dibandingkan dengan kelompok responden lainya, yaitu <1 tahun dengan jumlah 21 responden atau sebesar 18,75% dan .3 tahun dengan jumlah 28 responden atau sebesar 25,00%.


TABEL 5.5
Frekuensi Responden Berdasarkan Penggunaan Merek Lain Selain Flexy

No
Penggunaan Merek Lain
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
Ya
42
37,50
2
Tidak
70
62,50
Jumlah
112
100
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
            Tabel 5.5 menunjukkan bahwa persentase responden yang menggunakan merek Simpati adalah lebih besar dengan jumlah 70 responden atau sebesar 62,50% jika dibandingkan dengan responden yang menyatakan bahwa mereka juga menggunakan merek kartu seluler lain selain kartu Flexy dengan jumlah 42 responden atau sebesar 37,50%. Sedangkan proporsi responden yang menyatakan juga menggunakan merek lain selain merek Flexy adalah sebagai berikut :
TABEL 5.6
Data Merek Lain Yang Digunakan Responden Selain Flexy

No
Merek Lain
Jumlah
Jumlah Responden
Persentase (%)
1
Mentari
12
28,57
2
Pro XL
9
21,43
3
IM 3
8
19,05
4
As
13
30,95
Jumlah
42
100
Sumber: Data Primer, diolah (2006)
            Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa dari 42 responden yang menjawab Ya atau responden yang menyatakan juga menggunakan merek lain selain merek Simpati maka diperoleh hasil sebagai berikut : produk kartu seluler selain Simpati yang digunakan oleh responden adalah Mentari 12 Orang dengan persentase 28,57%, Pro XL: 9 Orang dengan Persentase 21,43%, IM3 8 Orang dengan persentase 19,05%, dan kartu  As 13 orang dengan persentase 30.95%.


B.  Uji Validitas dan Reliabilitas
         Salah satu persoalan yang penting dalam suatu penelitian adalah perlunya dilakukan pengetesan apakah suatu instrumen atau alat ukur dalam pengambilan data untuk penelitian itu valid dan reliabel. Untuk memenuhi kriteria sebagai instrumen penelitian yang valid dan reliabel, kuisioner yamg dibagikan dalam penelitian ini diuji validitas (kesahihan) dengan menggunakan teknik korelasi Person product Moment dan reliabilitasnya (keandalan) dengan menggunakan koefisien Alpha Cronbach. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 11,5 dengan tingkat signifikansi 5%. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menyebar kuisioner kepada responden sebanyak 30 responden.
         Jumlah butir kuisioner adalah 13 yang merupakan pengembangan dari 5 konstruk. Suatu butir pertanyaan akan dikatakan valid apabila nilai signifikansi skor korelasinya lebih kecil dari 0,05. hasil pengujian validitas instrumen penelitian dapat dilihat  padaq Tabel 5.7.
         Hasil uji validitas pada tabel menunjukan bahwa tidak terdapat butir pertanyaan dari total 13 butir pertanyaan pada lima variabel atau konstruk yang ada dalam penelitian mempunyai skor korelasi negatif dan atau mempunyai nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 atau dengan kata lain seluruh butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid atau sahih.
  



TABEL 5.7
Hasil Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
Butir pertanyaan
Skor Korelasi
Signifikansi
Keterangan
Switcher
Butir_1
0,940
0,000
Valid
Butir_2
0,899
0,000
Valid
Habitual Buyer
Butir_1
0,918
0,000
Valid
Butir_2
0,812
0,000
Valid
Satisfied Buyer
Butir_1
0,728
0,000
Valid
Butir_2
0,704
0,000
Valid
Butir_3
0,826
0,000
Valid
Butir_4
0,585
0,001
Valid
Likes The Brand
Butir_1
0,940
0,000
Valid
Butir_2
0,943
0,000
Valid
Commited Buyer
Butir_1
0,829
0,000
Valid
Butir_2
0,886
0,000
Valid
Butir_3
0,942
0,000
Valid
            Sumber : Data Primer, diolah (2014)
         Uji reliabilitas terhadap item-item pertanyaan dari kuisioner digunakan untuk mengukur kehandalan atau konsistensi dari instrumen penelitian. Suatu angket dikatakan andal (reliabel) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas ini diukur melalui koefisien atau alpha (Cronbrach alpha). Suatu variabel akan dikatakan reliabel apabila nilai koefisien Alpha cronbach-nya positif dan lebih besar dari 0,6 (Rangkuti. F, 2002 : 77).
         Hasil uji reliabilitas untuk variabel switcher, habitual buyer, satisfied buyer, likes the brand dan commited buyer secara singkat dapat ditunjukkan dalam Tabel 5.8 berikut :
TABEL 5.8
Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian
Variabel
Koefisien Alpha
Keterangan
Switcher
0,8061
Reliabel
Habitual Buyer
0,6465
Reliabel
Satisfied Buyer
0,6729
Reliabel
Likes The Brand
0,8805
Reliabel
Commited Buyer
0,8501
Reliabel
                Sumber : Data Primer, diolah (2014)
         Hasil uji reliabilitas dalam Tabel 5.8 di atas menunjukkan bahwa semua variabel yang terdiri dari variabel switcher, habitual buyer, satisfied buyer, likes the brand dan commited buyer adalah reliabel karena nilai koefisien Alpha cronbach-nya lebih besar dari nilai batas kemungkinan reliabilitas, yaitu 0,6.



C.  Hasil Penelitian (Uji Hipotesis)
1.       Pengujian Hipotesis Pertama
              Pada rumusan masalah pertama yang dikemukakan pada awal bab, peneliti mengajukan rumusan masalah bagaimana loyalitas konsumen terhadap kartu seluler Flexy. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti mengajukan hipotesis sebagai jawaban sementara bahwa konsumen loyal terhadap kartu seluler Flexy. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk membuktikan hipotesis tersebut adalah possibility Rate of Transition. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut : (Durianto, dkk, 2001 : 133)
ProT  = -  Ln  x 100% x t
Keterangan :
proT   :  Kemungkinan perpindahan suatu merek
Alx      :  Konsumen yang tetap setia terhadap merek X
Atx      :  Total konsumen yang di teliti dari merek X
t          :  Banyaknya penelitian
            Semakin besar nilai ProT  yang diperoleh maka  diperkirakan tingkat loyalitas pelanggan semakin mengecil. Selanjutnya dari hasil analisis dapat diketahui bagaimana loyalitas konsumen terhadap merek produk kartu seluler Simpati dengan menggunakan rumus tersebut. Prosedurnya adalah sebagai berikut :


a.    Diketahui
Konsumen yang tetap setia terhadap kartu seluler Simpati sama dengan 70 dan total konsumen yang diteliti adalah 112.
b.    Perhitungan
Menentukan tingkat perpindahan produk kartu seluler Simpati
ProT  = -  Ln  x 100% x t
ProT  = -  Ln  x 100% x 1
ProT  =  47%

         Sedangkan kemungkinan perpindahan merek dari satu ke merek lain dapat dilihat pada tabel berikut :
TABEL 5.9
Perhitungan Tingkat Perpindahan (ProT)

Merek
ProT(%)
Percentage of Unloyal
Atrition Rate
Simpati
ProT  = -  Ln  x 100% x 1
ProT  =  47%
=100 = 37,5%

= 9,5%
         Sumber : Data Primer, diolah (2014)   
         Dilihat dari persentase nilai ProT dan Atrition Rate juga menghasilkan kesimpulan dengan urutan yang sama. Berarti konsumen produk kartu seluler Flexy yang melakukan perpindahan merek sebesar 47% dengan nilai persentase Atrition rate sebesar 9,5%. Dari hasil analisis tersebut menunjukan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa konsumen loyal terhadap kartu seluler Flexy adalah terbukti karena persentase perpindahan merek serta persentase konsumen yang tidak loyal relatif tidak terlalu besar jumlahnya.
2.       Pengujian Hipotesis Kedua
        pada rumusan masalah kedua yang dikemukakan pada awal bab, peneliti mengajukan rumusan masalah bagaimanakah penilaian konsumen terhadap tingkatan-tingkatan loyalitas merek (brand loyalty) kartu seluler Flexy. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti mengajukan hipotesis sebagai jawaban sementara bahwa penilaian konsumen terhadap tingkatan-tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy adalah pada kategori baik. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk membuktikan hipotesis tersebut adalah analisis Mean Aritmatik. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut : (Durianto, dkk, 2001 :43)
                      =
            Sedangkan standar deviasinya dihitung dengan formula sebagai berikut :
SD =
xi      :  Nilai pengukuran ke – i
fi     :  Frekuensi kelas ke – i
n     :  Banyaknya pengamatan
        Hasil perhitungan mean dan standar deviasi pada masing-masing tingkatan loyalitas merek (switcher, habitual buyer, satisfied buyer, likes the brand, dan commited buyer). Setelah diketahui nilai mean per variabel dibagi dengan jumlah butir pertanyaan atau item dari masing-masing tingkatan loyalitas merek terhadap produk kartu seluler Flexy. Adapun hasil perhitungan dari masing-masing tingkatan loyalitas merek adalah sebagai berikut :
a.      Switcher
       Mean (x)                    :  2,915
       Switcher                    :  34,38%
       Standar deviasi          :  1,288
b.     Habitual Buyer
       Mean (x)                   :  3,875
       Habitual Buyer         :  71,43%
       Standar deviasi         :  1,036
c.      Satisfied Buyer
       Mean (x)                    :  4,138
       Satisfied Buyer           :  81,70%
       Standar deviasi          :  0,810
d.     Likes the Brand
       Mean (x)                    :  3,826
       Likes the Brand         :  67,41%
       Standar deviasi          :  1,616
e.      Commited Buyer
       Mean (x)                    :  3,762
       Commited Buyer       :  70,83%
       Standar deviasi          :  1,132
         Berikut adalah tabel ringkasan hasil analisis Mean Aritmatik dari kelima tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy :
TABEL 5.10
Nilai Mean Aritmatik Pada Lima Tingkatan Loyalitas
Merek Produk Kartu Telepon Selular Flexy


No
Tingkatan Loyalitas Merek
Mean Aritmatik
1.
Switcher
2,915
2.
Habitual Buyer
3,875
3.
Satisfied Buyer
4,138
4.
Likes the Brand
3,826
5.
Commited Buyer
3,762
        Sumber : Data primer, diolah (2014)
         Dari perhitungan Mean Aritmatik terhadap tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy dapat diketahui bahwa tingkatan Satisfied buyer mempunyai nilai rata-rata hitung yang paling besar yaitu 4,138, sedangkan tingkatan Switcher mempunyai nilai rata-rata hitung yang paling rendah, yaitu 2,915. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa tingkatan Satisfied buyer mempunyai nilai terbaik diantara tingkatan loyalitas merek yang lain. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat depok mempertimbangkan untuk tetap setia kepada merek kartu seluler Flexy karena puas dengan produk tersebut meskipun menanggung Switching Cost.
         Untuk mengetahui penilaian konsumen terhadap masing-masing tingkatan loyalitas merek maka digunakan rentang skala, yaitu data yang sudah didapatkan, dicari nilai rata-ratanya untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran keragaman tanggapan responden yang kemudian dapat diketahui dimana letak rata-rata penilaian responden terhadap setiap unsur  tingkatan loyalitas merek produk kartu seluler Flexy. Prosedur pembuatan interval penilaian tersebut adalah sebagai berikut :
a.      Membuat interval dari nilai rata-rata pada  setiap variabel dalam interval yang berjumlah lima, sehingga intervalnya dapat dihitung sebagai berikut :
Interval =   =  = 0,8




b.      Melakukan pengambilan keputusan dengan kriteria penilaian sebagai berikut :
Nilai 1,00 – 1,79          : Sangat Jelek
Nilai 1,80 – 2,59          : Jelek
Nilai 2,60 – 3,39          : Cukup
Nilai 3,40 – 4,19          : Baik
Nilai 4,20 – 5,00          : Sangat Baik


 
            1,00            1,80             2,60                 3,40              4,201               5,00    
            Sangat Jelek        Jelek            Cukup             Baik               Sangat Baik
           
Berdasarkan Tabel 5.10 dapat diketahui bahwa penilaian konsumen produk kartu telepon seluler terhadap masing-masing tingkatan loyalitas merek yaitu :
a.      Switcher
      Nilai rata-rata responden Switcher sebesar 2,915 sehingga masuk dalam kategori cukup (rentang 2,60 – 3,39).
b.      Habitual Buyer
      Nilai rata-rata responden Habitual Buyer sebesar 3,875 sehingga masuk dalam kategori baik ( rentang 3,40 – 4,19).
c.      Satisfied Buyer
      Nilai rata-rata responden Satisfied Buyer sebesar 4,138 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).
d.     Likes the Brand
      Nilai rata-rata responden Likes the Brand sebesar 3,826 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).
e.      Commited Buyer
      Nilai rata-rata responden Commited Buyer sebesar 3,762 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).


















D.  Pembahasan (Interprestasi)
  1. Tingkat Perpindahan Merek
   Berdasarkan data yang sudah dianalisis terlihat bahwa dari 112 responden terdapat 70 orang yang tidak menggunakan merek lain dan akan tetap menggunakan produk kartu seluler Flexy, sedangkan 42 orang selain menggunakan merek Flexy juga menggunakan merek kartu seluler lainya dengan komposisi sebagai berikut : 12 orang juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek Mentari, 9 orang juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek Pro XL, 8 orang juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek IM3, dan 13 orang juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek As.
          Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus ProT (Possibility Rate of Transition) dari data di atas maka didapatkan hasil sebagai berikut : merek Simpati sebesar 47%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa konsumen atau pengguna kartu seluler Simpati yang berniat akan melakukan perpindahan merek adalah relatif tidak terlalu besar yaitu 47%. Hal ini membuktikan bahwa konsumen loyal terhadap kartu seluler Flexy.
  1. Penilaian Konsumen Terhadap Tingkatan Brand Loyalty
a.        Switcher
  Pelanggan yang berada pada tingkatan loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang berada pada tingkatan paling dasar. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 2,915 sehingga masuk dalam kategori cukup (rentang 2,60 – 3,39) dengan demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian ini tidak terjadi perpindahan yang terlalu besar. Hal ini disebabkan karena Simpati merupakan produk yang relatif paling lama dan sekaligus mampu memberikan rintangan pengalihan bagi konsumennya untuk berpindah ke merek lain. Salah satunya adalah program Simpatizone yang merupakan ajang kreatifitas dan bertemunya users Flexy di seluruh Indonesia.
b.         Habitual Buyer
Pembeli yang berada dalam tingkatan ini dapat dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan merek yang digunakan atau setidaknya mereka tidak mengalami ketidakpuasan dalam menggunakan merek tersebut. Jadi pembeli ini dalam pembelian suatu merek lebih didasarkan atas kebiasaan mereka selama ini. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah 3,875 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian memiliki kebiasaan membeli yang baik terhadap kartu seluler Simpati. Karena kartu seluler merupakan produk yang harus secara continue dikonsumsi maka secara otomatis proses pembeliannya pun merupakan suatu kebiasaan (Habitual Behaviour).

c.          Satisfied Buyer
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini akan puas bila mereka menggunakan produk tersebut walaupun dengan biaya peralihan. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 4,138 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang baik karena responden dalam penelitian ini memiliki tingakat kepuasan membeli yang baik terhadap kartu seluler Flexy. Hal ini disebabkan karena Simpati mampu memberikan harga, tingkat pelayanan serta fitur produk yang secara relatif lebih baik dari harapan (expectation) pelanggan.
d.         Likes the Brand
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini merupakan pembelin yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah 3,826 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian memilki tingkat kesukaan terhadap merek yang baik terhadap kartu seluler Flexy. Jika merek produk dipersepsi menjadi merek yang mampu memberikan kepuasan, maka konsumen juga akan menjadikan merek tersebut sebagai merek kebanggan yang disukainya.

e.          Commited Buyer
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini merupakan pelanggan yang sangat setia sehingga sampai bersedia menginformasikan tentang produk tersebut kepada orang lain. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 3,762 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian memiliki komitmen yang cukup baik terhadap kartu seluler Flexy. Konsumen yang sudah merasa bahwa mereka puas dengan kinerja produk, menyukai produk, menjadikan proses pembelian sebagai kebiasaan maka mereka juga akan menjadi konsumen yang punya komitmen besar terhadap merek yang bersangkutan.
  

       
                                    

KESIMPULAN DAN SARAN

A.  Kesimpulan
Ada beberapa kesimpulan yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil analisis pada bab sebelumnya. Kesimpulan dalam bab ini merupakan jawaban atas semua pertanyaan atau permasalahan yang dikemukakan dalam bab1. adapun kesimpulan tersebut antara lain sebagai berikut :
  1. Secara umum loyalitas konsumen terhadap kartu seluler Flexy adalah baik atau loyal. Hal ini dapat dilihat dari nilai kemungkinan perpindahan merek (ProT) kartu seluler Simpati adalah (47%) dan nilai Atrition Rate adalah (9,5%) yang menunjukan persentase seorang konsumen berpindah ke merek lain yang didapat dari pengurangan nilai ProT dengan nilai persentase yang tidak loyal (percentage of unloyal). Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan terbukti.
  2. Secara umum penilaian konsumen terhadap tingkatan-tingkatan brand loyalty adalah cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai mean aritmatik yang berada pada kategori penilaian interval baik (3,40 – 4,19) untuk semua tingkatan brand loyalty, kecuali untuk tingkatan Switcher. Tingkatan Satisfied Buyer mempunyai nilai rata-rata hitung tertinggi (4,138) sehingga merupakan tingkatan yang paling baik menurut penilaian konsumen. Dengan demikian hipotesis yang kedua yang diajukan tidak terbukti sepenuhnya.

B.  Saran
          Berdasarkan analisis dan kesimpulan di atas, penulis mencoba memberikan masukan kepada pihak perusahaan terhadap penelitian yang telah dilakukan, maka diajukan saran-saran sebagai berikut :
1.       Perusahaan disarankan untuk mampu secara continue membuat program-program pemasaran yang bisa membuat konsumen benar-benar merasakan kepuasan dari penggunaan produk kartu seluler Simpati, strategi rintangan pengalihan yang digunakan untuk meminimalisasi adanya perpindahan ke merek lain serta penanganan keluhan dari konsumen. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk mampu menjaga loyalitas konsumen produk kartu seluler Flexy.
2.       Selain itu perusahaan juga disarankan untuk mampu membuat konsumen untuk benar-benar menyukai produk kartu seluler Flexy. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menambah fasilitas canggih yang melekat pada simcard dan program komunikasi pemasaran yang lebih intensif sehingga konsumen mempunyai penilaian yang baik terhadap produk.




DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi, 1996, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Edisi      Revisi Enam, Cetakan Ketigabelas, Jakarta :Rineka Cipta.

Biro Administrasi Akademik, 2005, Pedoman Akademik, Yogyakarta : UAD Press.

Danik, Tri Retno, 2003, Loyalitas Konsumen Terhadap Pasta Gigi Merek Pepsodent. Skripsi, Yogyakarta: Universitas Muhammadiyah (tidak dipublikasikan).

Durianto, Darmadi, Sugiarto, Tony Sitinjak, 2001, Strategi Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama,

Hadi, Sutrisno, 1996, Teknik Riset dan Peramalan Penjualan, Yogyakarta : Andi Offset.

Kotler, Philip., 1997, Manajemen Pemasaran, Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 1, (Terjemahan : Teguh, Hendra dan Rusli, Ronny),  Prenhallindo, Jakarta.

Pertama di Indonesia, kartu prabayar bertarif flat per detik
Didapatkan:
http//www.telkomsel.com/web/corporate/index..(11 April 2006).

Peter, J. Paul, dan Olson, J.C, 2000, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi Keempat, Jilid 2, ( Terjemahan : Sihombing, Damos), Jakarta : Erlangga.

Rangkuti, Freddy, 2002, The Power of Brands: Teknik Mengelola Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek,  Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.