ane ingin berbagi tulisan gan… tulisan ini merupakan hasil copy paste dari forum sebelah… jadi ane sebelumnya berterima kasih dulu sama agan kontributor: dhony_dhona; iwonderalone,alhaniin; dan forum kaskus http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=9124977 …
seandainya ada yang mau ditanyakan,, saya juga menerima komentar…
Ringkasan Jamsostek dan Tahapan Tesnya (iwonderalone)
Bismillahirrahmanirrahim
[Special Credits to : agan dhony_dhona dan Agan/Sis lainnya yang telah ikut berbagi informasi.
Ane sebelom lulus di Jamsostek kemaren punya janji klo ane lulus ane akan ikut menshare semua hal yg mungkin dapat membantu teman2 yang ingin mengikuti tes kerja jamsostek kedepannya. Ane akan disini selain meringkas semua informasi penting mengenai Jamsostek dan tesnya. ane juga akan menambahkan info2 yg ane anggap berguna .
Posisi di Jamsostek
Quote:Original Posted By dhony_dhona ►
Sedikit menambahkan…banyak teman2 yg PM ane dimintakan untuk memberikan penjelasan
Intinya kerja di Jamsostek itu enak lah…
Sedikit memberikan penjelasan posisi
AO (Account officer) yaitu memperluas dan memasarkan produk Jamsostek terhadap perusahaan dalam hal ini pastilah wajib karena berdasarkan undang undang ketenagakerjaan mengenai perlindungan Tenaga kerja…jgn samakan AO seperti di Bank…karena jamsostek itu bersifat wajib ikut, baik itu perusahaan BUMN atau pun perusahaan swasta sesuai dengan syarat di UU
verifikator Jaminan di sini Anda memverifikasi dan menetapkan tentang pembayaran klaim klaim JHT atau jaminan jaminan yg di ajukan oleh Tenaga kerja (santunan) sesuai dengan hak TK itu sendiri
Verifikator JPK hampir sama seperti VerJam tetapi mengenai kesehatan ataupun memberdayakan para dokter dokter yg ikut kerja sama dengan Jamsostek
SDM & umum (aktiva) di sini Anda bekerja mengurus rumah tangga kantor, pengadaan,peralatan, dan org2 kantor yg bersifat interen
IT support seperti namanya mengurusi bagian IT, aplikasi, modem, internet, sistem dan kartu jamsostek (cetak,koreksi nama dll)
verifikator keuangan (pajak, keuangan & lain) biasa berhubungan dengan duit..hahah
Kasir (pembukuan dll) yang mengurusi pembayaran klaim dan dll ( termasuk gaji)
Secara garis besar itu adja…gaji hampir sama karena yg membedakan yaitu S1 ataupun D3
Tesnya sama dengan MT,ODP, PPS tarap BUMN
Tinggal berdoa adja
salam kawan-kawan
semangat menuju BPJS Ketenagakerjaan
informasi tentang jamsostek juga bisa baca2 di http://www.jamsostek.co.id
tak kenal maka tak sayang gan, pelajari Jamsostek n program2nya rata2 interview ditanya gan. .
Ringkasan Jamsostek dan Tahapan Tesnya
TAHAPAN TES JAMSOSTEK
Untuk tahun 2012 ada 8 Tahapan Tes kemudian Diklat persiapan Kerja ( termasuk tes juga) Lulus semua Calon Karyawan 3 bulan lalu karyawan tetap.
Tahapan tes
1. Seleksi Administrasi
2. online test
3. confirmary test
4. Psikotes
5. LGD & Wawancara Psi
6. Verifikasi Dokumen
7. tes Kesehatan
8. Wawancara user
9. Diklat Persiapan kerja
Langsung Ane Mulai
1. seleksi administrasi
Ane kurang paham “seleksi administrasi” selain semua syarat2 terpnuhi dan, ane berasumsi jawaban dari pertanyaan2 yg diajukan waktu pendaftaran ikut ambil bagian dalam lulus atau tidaknya dalam tahapan tes ini, dari jawaban tersebut mungkin (maklum ane bukan org SDM hehe) dapat dinilai apakah kita punya kompetensi yang sesuai(kompetensi kritikal) dr posisi yg kita lamar. karena ada temen2 ane dr universitas negeri terkemuka dengan IPK 3,8 merasa yakin berkasnya lengkap dan semua syarat terpenuhi tidak lulus tes ini. Kurang lebih 30-40rb pendaftar untuk tes Sesumatera 2012.
2. online test
TES KEMAMPUAN UMUM
PETUNJUK PENGERJAAN :
* Tes ini akan terdiri dari 4 Subtes.
* Setiap subtes memiliki instruksi pengerjaan masing-masing. Perhatikan dengan benar metode pengerjaan setiap subtes.
* Setiap subtes mempunyai waktu pengerjaan yang terbatas. Waktu akan tertera di atas masing-masing subtes dalam hitungan mundur untuk menunjukkan sisa waktu yang Anda miliki.
* Sediakan kertas dan alat tulis di sekitar Anda untuk membantu pengerjaan tes.
* Jika sudah selesai pada satu subtes dan waktu masih tersisa, Anda dapat memeriksa kembali hasil pekerjaan Anda pada subtes tersebut.
* Cara menjawab dengan meng-klik pada pilihan jawaban yang Anda anggap benar.
PERHATIKAN PETUNJUK SETIAP SUB TES DAN MANFAATKAN WAKTU SEBAIK-BAIKNYA
subtes 1 Soal hitungan (50 soal waktu 5 menit)
subtes 2 gambar2 40 soal
subtes 3 60 soal waktunya 6 menit lawan kata atau persamaannya
subtes 4 25 soal 5 menit
penting
• ikuti semua petunjuk mengikuti tes online waktu pengumuman lulus tes seleksi administrasi, InsyaAllah klo diikutin ga ada kendala pas online tes
Trik yang dipakai temen ane
Siapkan kalkulator dan 1 temen ente untuk ikut dalam soal hitung2an, jangan menghitung sendiri karena bakal banyak menghabiskan waktu. Ente tinggal bilang soalnya temen ente yg pake kalkulator. Klo ane itung sendiri krn ane agak biasa ngitung cepet, tapi bagi ente yg agak kurang dalam hitung2an sangat direkomendasikan pake trik ini. Untuk subtes gambar dan kata banyak2 latihan aja buku psikotes atau lainnya. Ane tidak mengajarkan kecurangan disini karena tidak ada aturan bahwa tes ini harus dikerjakan sendirian :P lagpula ada alasan mengapa waktunya demikian cepat krn dibantuin pun susah untuk selesai semua.
3. Confirmatory Tes
Disini verifikasi kelengkapan berkas dan tes gambar ada 4 subtes pilihan ganda ABCDE tiap subtes ada 10 nomor (dulu di post brp ane lupa, ada yg kasih link soal sama persis tp ane saranin ga usah percaya diri aja dan latihan pake soal2 yg lain) karena ) :
Credit to alhaniin Quote:Original Posted By alhaniin ►
mungkin ane bantu jelasin gan kenapa ada yang gk lulus
saya pernah dpet info dr salah satu psikolog jadi dalam confirmatory tes (seperti yang kita tes kmaren) dibuat rank nilai berdasarkan waktu
,,misalnya dari 1-5..
jadi setelah di rank maka tergantung perusahaan minta,,klo biasanya sie yang rank 3-4 krn klo rank 1-2 terlalu rendah dan klo 5 terlalu tinggi,,
agan bisa kasih kesimpulan sendiri gmana jadiny perusahaan yang rekrut rank itu
nah seandainya kejawab semua kan aneh juga yang seharusnya di setting waktu supaya gk selesai semua trnyata selesai,,berarti dua kesimpulan (klo gk dia pinter banget ya dia dpet bocoran) sekian dari ane
CMIIW
Kesimpulan : latihan boleh tapi jangan curang dengan latihan menggunakan soal yg sama persis, rata2 yg coment di trit ini yg tdk lulus mereka yang latihan menggunakan soal yg sama persis, jwaban dr agan alhaniin bisa menjadi pertimbangan bagi kaskuser semua.
4. Psikotes dan Bhs. Inggris (Tertulis)
bahasa inggris 100 soal, bisa dibilang mudah engga kaya TOEFL yg rada ribet, standar lah bahasa inggrisnya.
psikotes : EPPS, Kraeplin, Warteg Tes, Gambar Orang, Gambar Pohon, ada 10 soal berisi pertanyaan umum, ada juga soal kepribadian
wah klo ini yg penting fisik harus fit(jgn begadang apalagi ga tidur),fokus gan, ga perlu tegang gampang2 kok. sering2 latihan juga bagus. Dateng awal kenali tempat n situasi juga boleh kok biar bisa lebih tenang
5. Diskusi Kelompok dan wawancara Psikolog
Diskusi Kelompok : tes ini ente nanti dikasih kasus dan diskusi cari penyelesaiannya dalam jangka waktu yang ditentukan.
Berkenalan dulu lebih baik, cairkan suasana, Beranikan diri berbicara, keluarkanlah pendapat dan Jadilah orang yg bisa berdiskusi dan kerjasama dengan baik. Jangan mendominasi, jangan memaksakan kehendak,jgn sok pinter, jgn sok bener. katakan pendapat dengan tegas jgn gagap hehe. Pede aja lg ga kenal juga, gw yakin lo bisa gan
Wawancara psikolog, disini lebih banyak ditanya tentang kepribadian, pengalaman kerja, kuliah. Jawab jujur aja gan tunjukan kesungguhan mau kerja di Jamsostek. Yah kira2 gitulah gan, klo belom pede juga coba2 baca tips n trik interview, atau bisa juga bagi yg suka gagap klo ngomong, tulis dikertas jawaban dr pertanyaan yg kira2 bakal ditanyain sama pewawancara, jd biar lancar waktu tanya jawab, atau lebih bagus lagi latihan jawabnya depan kaca, jadi agan bisa nilai sendiri diri agan kurangnya dimana hehe. Alhamdullilah klo interview mah keahlian ane , dan sebelom jd ahli ane selalu gagal yg penting terus berusaha gan, bisa karena biasa, klo belom biasa, biasakan dgn latihan hehe.
6. verifikasi dokumen
Cek keaslian dokumen, ijasah, transkirp nilai, skck. Barengan dengan wawancara psi sama LGD
7. Kesehatan
Ini mah diri agan sendiri, semoga selama ini hidup sehat dan sering olahraga. Jauhi gula dan kolesterol gan sebelom tes ini, lebih cepat lebih baik hehe.. yg barengan ane banyak gagal krn kolesterol sama gula. Klo overweight atau obesitas masih bisa kok yg penting jgn 2 diatas aja dan ga ada penyakit yg serius/fatal angkatan ane ada kok yg over n obes, ane aja over hehe . Bagi yang merokok tenang aje, ane satu bungkus lbh sehari kadang2 2 bungkus, tp klo bisa kurangin jauh2 hari yah, jgn krn ane lulus agan masih ngebul aje, jaga2lah masa berhenti bentar aja ga mau, Jamsostek Mantab loh ga nyesel masuk sini hehe.
8. Wawancara User
Ini yg paling asyik dr semua tes gan, mantab bener rasanya hehehe. Jawablah lagi2 dengan jujur, berikanlah jawaban yang benar2 menunjukan diri agan bahwa agan memang pantas lulus, bahwa agan benar2 sungguh2 ingin bekerja, bahwa agan benar2 bersyukur bisa sampai tes ini dan lebih bersyukur lagi apabila lolos. Yah banyak2 aja bilang siap dan bersedia deh hehe. Orang2 Jamsostek itu bener2 baik-baik, ramah, suka becanda, sumpah deh gan Percaya deh ente pasti kaget seberapa tidak terduganya interview user ini. Bagi yg dapet user selain ane sebut diatas berarti ente ga yakin omongan ane haha. disini ane ga akan kasih contoh pertanyaan, tp klo maksa sih pertanyaannya seputar kesiapan dan kebersedian agan menjalani semua surat pernyataan yang telah ente tandatangani hehe, tentang jamsostek n program2nya, posisi yang dilamar mengapa melamar posisi itu, gaji, pengalaman, keahlian(kelebihan,kekurangan) yah kira2 itu yg ane ditanyain banyakan ngobrolnya bukan tanya jawab klo ane
9. DIKLAT Persiapan Kerja
Asyik dah nyampe diklat aja, satu kata untuk DIKLAT = LUAR BIASA eh itu dua deng . DIKLAT itu seru abis, selain seru2an ane bisa belajar banyak hal, banyak banget saking banyaknya sampai ane sadar bahwa ane masih bodoh banget . ada outbound(mantab dah ah) sekaligus latihan disiplin dr tentraa, klo mau liat bapak2 yg Macho itu akting sok galak layaknya disinetron jgn sampai ketinggalan yang satu ini, belajar lah disiplin dr bapak2 yg sebenernya unyu2 ini haha. Nanti ada kelas yg ngajar instruktur yg semua profesional dibidangnya, klo di DPK 2012 ada 3 kelas A,B,C untuk Materi Umum, Terus Masuk ke kelas Rumpun dibagi sesuai Posisi, AO(rumpun Pemasaran) Verjam VerJPK(rumpun Pelayanan) dll. Klo DPK 2012 tingal n belajar Di Gedung YTKI gatsu. Ente tinggal idup aje gan, makan disiapin(jgn terlalu berharap atas yg satu ini gan, emng pertama2 mantab makanannya tp lama2 sih cobain ndiri dah) pakaian laundry, ada karoeke ny bagi2 yg malem2 suka galau. Yg cinlok jgn beduaan aje yah jgn lupa belajar .
Nah abis ntu OJT dah di cabang klo DPK 2012 kacab2 se DKI sih, pergi dianter pulang dijemput disiapin mobil dr cabang masing2. Ini asyik juga, bener2 baik2 pekerja2 di jamsostek, bener2 ga nyesel masuk sini, lingkungan kerjanya juga nyaman.
Dan waktunya mengucapkan Alhamdullilah yg banyak banget, agan resmi Calon karyawan dah. 3 bulan lalu karyawan tetap.
Selamat gan, ente2 org terpilih. Jgn pernah lupa karunia tuhan ini, tunjukan rasa syukur dengan berkerja tulus iklas dan sebaik mungkin karena disini ente juga selain kerja cari pahala hehe “kutipan KABIRO DIKLAT”. Bagi yg kurang yakin atau kurang percaya diri, ente sama kaya ane diawal tes gan. ane ga pinter gan,ane tinggal di bekasi (lokasi tes palembang) dr awal tes jamsostek ane Cuma punya uang 100rb rupiah sampai bisa selesai tes pun ane ga ngutang seperakpun, selalu ada tangan2 yg bantu ane untuk tetep ikut tes ini. Yg ane punya cuma keyakinan akan tuhan yg maha baik lagi maha penolong yang selalu bantu ane, ane Cuma inget doa2 keluarga ane dan doa2 semua org yg bantu ane agar seberat apapun tantangan bisa ane hadapin.
Akhir kata Alhamdullilah dan Terimakasih yg banyak utk semua Agan n Sis yg telah post di trit ini,
Semoga sukses sehat luar biasa untuk kalian semua.
sumber : http://mesz.wordpress.com/2012/08/23/tips-lulus-test-rekruitmen-bumn-jamsostek-cc-cpns/
Senin, 22 September 2014
Senin, 15 September 2014
Shining bright like a Diamond
"3-5-2 (lagi) atau 4-3-3/4-1-2-1-2?" pertanyaan ini yang terus muncul di kepala para pundit serta pendukung Manchester United sebelum laga v QPR digelar. Louis van Gaal sendiri telah menerapkan 3-5-2 di nyaris seluruh sesi melatihnya tahun ini termasuk saat membesut Timnas Belanda yang secara 'sukses' dibawanya ke posisi ke-3 terbaik dunia di Brazil 2014.
Meski begitu, 3-5-2 LvG tidak berjalan begitu apik di tanah Britania Raya. Apa penyebabnya? Manchester United meraih nir-kemenangan dalam 3 laga awal PL termasuk 1 kekalahan memalukan v MK Dons di ajang piala liga.
Sebenarnya masalah bukan terletak di dalam skema itu sendiri, melainkan 'miskinnya' kedalaman skuad United sehingga menjadikan segala hal sulit untuk menjalankan skema 3-5-2 a la LvG ini, cederanya sejumlah nama seperti Ander Herrera, Marouanne Fellaini, dan Michael Carrick di lini tengah dan kurangnya variasi serangan dar sayap yang dihuni si 'one-trick-pony' Ashley Young, Luis Nani (yang udah jarang main sejak 2 musim lalu, akhirnya dipinjamkan ke Lisbon), Antonio Valencia (yang agak angin-anginan) serta Adnan Januzaj (yang belum mencapai level potensi terbaiknya) mengambil peran dalam sulitnya 3-5-2 nyetel di Old Trafford.
Namun segalanya bisa saja berubah dengan datangnya sejumlah nama baru (dan tentunya kembalinya Ander Herrera, Marwan, serta Carrick). Sejujurnya saya agak skeptis dengan kedatangan para pemain baru yang digiring Ed Woodward ke OT musim panas ini meski dinilai banyak pendukung United sebagai kesuksesan bursa transfer musim panas.
Pos bek tengah yang rawan setelah ditinggal duet Rio-Vida hanya ditambal oleh kedatangan Marcos Rojo dan penyakit lama yaitu gelandang tengah energik nan kreatif cuma ditambal dengan kedatangan Ander Herrera yang harus menyokong duet senior rentan cedera: Fletcher-Carrick serta si clueless Marwan (yang sampai detik ini masih sulit melebur dengan skema United sebagai CM). Keraguan juga muncul saat peminjaman (potensi beli) Radamel Falcao yang sama rentannya dengan RvP dalam hal potensi cedera. Makin skeptis lagi dengan kedatangan Daley Blind yang aslinya full-back kiri yang sudah diisi dengan adanya full-back kiri Inggris berbanderol mahal, Luke Shaw. Cuma pembelian Angel Di Maria yang tidak mengundang pandangan skeptis saya: cepat, elegan, serta kreativitas dari sayap, sesuatu yang sempat ditawarkan Luis Nani beberapa musim lalu.
Setelah menelaah lebih dalam dan menyimak dengan seksama konferensi pers-nya LvG, terjawablah satu keraguan saya terhadap salah satu pembelian United musim panas ini, Daley Blind: untuk dijadikan pemain versatile yang fleksibel dimainkan di lini tengah (maupun jadi ban serepnya Shaw jika dibutuhkan). Daley Blind tampil apik musim lalu bersama Ajax, menjadi pemain paling aktif Ajax dalam hal passing maupun intersepsi, memungkinkan do'i mengisi posisi double pivot dalam skema 3-5-2 maupun segala formasi yang melibatkan gelandang tengah-belakang yang bebas menjadi penyambung lini belakang serta tengah khususnya dalam skema 4-1-2-1-2 yang akrab disapa sebagai '4-4-2 diamond'. Pembelian Daley Blind juga melibatkan jumlah uang paling waras yang dikeluarkan Ed Woodward musim ini, cuma belasan juta pound, ABSOLUTE BARGAIN!
Laga v QPR kemarin jadi ladang pembuktian buat para pemain baru serta LvG sendiri. Mencoba 4-4-2 diamond, LvG menempatkan Blind di pos DM, Herrera+AdM di depan Blind, serta Mata di pos favoritnya yaitu AM.
AdM tampil apik selain gol Freekick yang entah fluke/flair, visinya menghasilkan banyak umpan manis untuk dinikmati bersama oleh lini depan + Juan Mata dari second line. Umpannya dari sisi kiri ke dalam kotak menghasilkan 1 assist brilian. Do'i juga sempat membuat umpan yang amat baik ke Robin van Persie yang menyambut di kotak penalti, namun sayang first-time volley sang skipper Belanda masih mengarah tepat ke pelukan kiper bangkotan Inggris, Robert Green.
Marcos Rojo juga tampil baik, ditempatkan di pos full-back, Rojo melakukan beberapa overlapping run yang cukup membantu dalam membangun serangan. Satu-satunya hal negatif yang dibuat Rojo malam itu adalah komunikasi buruknya dengan DDG di fase awal babak pertama saat kedudukan masih 1-0, DDG keluar dari sarangnya mencoba membuat clearance (yang pada akhirnya gagal), beruntung sontekan pemain QPR (yang saya lupa namanya, sebut saja Mawar) masih berada dalam jangkauan Jonny Evans, satu-satunya pemain dengan jersey United yang memisahan bola dengan gawang United yang tanpa pengawalan.
Kuartet Blind-Mata-Herrera-AdM terbukti amat menguasai lini tengah kali ini, terbukti dari Ball Possession kedua tim di akhir laga. Sandro yang sejatinya punya reputasi sebagai gelandang perusak skema serang lawan semasa membela Spurs dibuat kocar-kacir dengan 1-2 pass serta position interchange yang dibuat kuartet United kemarin malam.
Penampilan Tyler Blackett juga cukup apik, mengingat ini musim pertama do'i di PL, penampilannya mendekati sejumlah bek kawakan senior United. Satu-satunya momen yang menyadarkan kita kalau do'i masih hijau dalam hal pengalaman adalah saat di mana ia membiarkan bola melewati kedua kakinya dari sisi kiri pertahanan United tanpa melihat jika Eduardo Vargas tepat ada di belakangnya. Beruntung sontekan Vargas masih menyamping tipis di sisi kanan gawang DDG.
Para pemain lama juga cukup enjoy dalam laga ini, sebut saja Evans (yang sempat kewalahan di fase awal), Rooney (1 gol, 1 assist), RvP, Rafael (yang sering overlap ke depan, sempet nutmeg sekali), serta para pemain pengganti yaitu Aval dan Januzaj.
Overall, dilihat dari skornya yaitu 4-0, 4-4-2 diamond LvG bisa dibilang cukup sukses. Udah lama gak liat United menang sebegitu 'effortless'-nya. Satu-satunya hal yang kurang kemarin malam adalah ngeliat Radamel Falcao nyekor di OT. Semoga minggu depan bisa kesampean liat kembarannya Agung Hercules ini nyekor pake jersey United (amin.)
Meski tampil cukup baik dengan 4-4-2 diamond, LvG belum menutup kemungkinan untuk kembali ke 3-5-2 atau malah nyobain 4-3-3 dengan kembalinya Herrera serta Carrick (1-3 pekan lagi). Bukan rahasia lagi jika LvG juga merupakan pengagum skema menyerang 4-3-3 yang sempat diakuinya ingin diterapkan di United bulan lalu (saat itu do'i bilang materinya belum mendukung untuk 4-3-3 di United, kalau sekarang gimana, meneer?). Kehadiran Falcao bisa jadi memperkuat keinginan LvG untuk memasang tridente di lini depan. Tidak ada yang tahu apa yang ada di benak LvG, so nikmati saja dulu kesuksesan 4-4-2 diamond kemarin...
Meski begitu, 3-5-2 LvG tidak berjalan begitu apik di tanah Britania Raya. Apa penyebabnya? Manchester United meraih nir-kemenangan dalam 3 laga awal PL termasuk 1 kekalahan memalukan v MK Dons di ajang piala liga.
Sebenarnya masalah bukan terletak di dalam skema itu sendiri, melainkan 'miskinnya' kedalaman skuad United sehingga menjadikan segala hal sulit untuk menjalankan skema 3-5-2 a la LvG ini, cederanya sejumlah nama seperti Ander Herrera, Marouanne Fellaini, dan Michael Carrick di lini tengah dan kurangnya variasi serangan dar sayap yang dihuni si 'one-trick-pony' Ashley Young, Luis Nani (yang udah jarang main sejak 2 musim lalu, akhirnya dipinjamkan ke Lisbon), Antonio Valencia (yang agak angin-anginan) serta Adnan Januzaj (yang belum mencapai level potensi terbaiknya) mengambil peran dalam sulitnya 3-5-2 nyetel di Old Trafford.
Namun segalanya bisa saja berubah dengan datangnya sejumlah nama baru (dan tentunya kembalinya Ander Herrera, Marwan, serta Carrick). Sejujurnya saya agak skeptis dengan kedatangan para pemain baru yang digiring Ed Woodward ke OT musim panas ini meski dinilai banyak pendukung United sebagai kesuksesan bursa transfer musim panas.
Pos bek tengah yang rawan setelah ditinggal duet Rio-Vida hanya ditambal oleh kedatangan Marcos Rojo dan penyakit lama yaitu gelandang tengah energik nan kreatif cuma ditambal dengan kedatangan Ander Herrera yang harus menyokong duet senior rentan cedera: Fletcher-Carrick serta si clueless Marwan (yang sampai detik ini masih sulit melebur dengan skema United sebagai CM). Keraguan juga muncul saat peminjaman (potensi beli) Radamel Falcao yang sama rentannya dengan RvP dalam hal potensi cedera. Makin skeptis lagi dengan kedatangan Daley Blind yang aslinya full-back kiri yang sudah diisi dengan adanya full-back kiri Inggris berbanderol mahal, Luke Shaw. Cuma pembelian Angel Di Maria yang tidak mengundang pandangan skeptis saya: cepat, elegan, serta kreativitas dari sayap, sesuatu yang sempat ditawarkan Luis Nani beberapa musim lalu.
Setelah menelaah lebih dalam dan menyimak dengan seksama konferensi pers-nya LvG, terjawablah satu keraguan saya terhadap salah satu pembelian United musim panas ini, Daley Blind: untuk dijadikan pemain versatile yang fleksibel dimainkan di lini tengah (maupun jadi ban serepnya Shaw jika dibutuhkan). Daley Blind tampil apik musim lalu bersama Ajax, menjadi pemain paling aktif Ajax dalam hal passing maupun intersepsi, memungkinkan do'i mengisi posisi double pivot dalam skema 3-5-2 maupun segala formasi yang melibatkan gelandang tengah-belakang yang bebas menjadi penyambung lini belakang serta tengah khususnya dalam skema 4-1-2-1-2 yang akrab disapa sebagai '4-4-2 diamond'. Pembelian Daley Blind juga melibatkan jumlah uang paling waras yang dikeluarkan Ed Woodward musim ini, cuma belasan juta pound, ABSOLUTE BARGAIN!
Laga v QPR kemarin jadi ladang pembuktian buat para pemain baru serta LvG sendiri. Mencoba 4-4-2 diamond, LvG menempatkan Blind di pos DM, Herrera+AdM di depan Blind, serta Mata di pos favoritnya yaitu AM.
AdM tampil apik selain gol Freekick yang entah fluke/flair, visinya menghasilkan banyak umpan manis untuk dinikmati bersama oleh lini depan + Juan Mata dari second line. Umpannya dari sisi kiri ke dalam kotak menghasilkan 1 assist brilian. Do'i juga sempat membuat umpan yang amat baik ke Robin van Persie yang menyambut di kotak penalti, namun sayang first-time volley sang skipper Belanda masih mengarah tepat ke pelukan kiper bangkotan Inggris, Robert Green.
Marcos Rojo juga tampil baik, ditempatkan di pos full-back, Rojo melakukan beberapa overlapping run yang cukup membantu dalam membangun serangan. Satu-satunya hal negatif yang dibuat Rojo malam itu adalah komunikasi buruknya dengan DDG di fase awal babak pertama saat kedudukan masih 1-0, DDG keluar dari sarangnya mencoba membuat clearance (yang pada akhirnya gagal), beruntung sontekan pemain QPR (yang saya lupa namanya, sebut saja Mawar) masih berada dalam jangkauan Jonny Evans, satu-satunya pemain dengan jersey United yang memisahan bola dengan gawang United yang tanpa pengawalan.
Kuartet Blind-Mata-Herrera-AdM terbukti amat menguasai lini tengah kali ini, terbukti dari Ball Possession kedua tim di akhir laga. Sandro yang sejatinya punya reputasi sebagai gelandang perusak skema serang lawan semasa membela Spurs dibuat kocar-kacir dengan 1-2 pass serta position interchange yang dibuat kuartet United kemarin malam.
Penampilan Tyler Blackett juga cukup apik, mengingat ini musim pertama do'i di PL, penampilannya mendekati sejumlah bek kawakan senior United. Satu-satunya momen yang menyadarkan kita kalau do'i masih hijau dalam hal pengalaman adalah saat di mana ia membiarkan bola melewati kedua kakinya dari sisi kiri pertahanan United tanpa melihat jika Eduardo Vargas tepat ada di belakangnya. Beruntung sontekan Vargas masih menyamping tipis di sisi kanan gawang DDG.
Para pemain lama juga cukup enjoy dalam laga ini, sebut saja Evans (yang sempat kewalahan di fase awal), Rooney (1 gol, 1 assist), RvP, Rafael (yang sering overlap ke depan, sempet nutmeg sekali), serta para pemain pengganti yaitu Aval dan Januzaj.
Overall, dilihat dari skornya yaitu 4-0, 4-4-2 diamond LvG bisa dibilang cukup sukses. Udah lama gak liat United menang sebegitu 'effortless'-nya. Satu-satunya hal yang kurang kemarin malam adalah ngeliat Radamel Falcao nyekor di OT. Semoga minggu depan bisa kesampean liat kembarannya Agung Hercules ini nyekor pake jersey United (amin.)
Meski tampil cukup baik dengan 4-4-2 diamond, LvG belum menutup kemungkinan untuk kembali ke 3-5-2 atau malah nyobain 4-3-3 dengan kembalinya Herrera serta Carrick (1-3 pekan lagi). Bukan rahasia lagi jika LvG juga merupakan pengagum skema menyerang 4-3-3 yang sempat diakuinya ingin diterapkan di United bulan lalu (saat itu do'i bilang materinya belum mendukung untuk 4-3-3 di United, kalau sekarang gimana, meneer?). Kehadiran Falcao bisa jadi memperkuat keinginan LvG untuk memasang tridente di lini depan. Tidak ada yang tahu apa yang ada di benak LvG, so nikmati saja dulu kesuksesan 4-4-2 diamond kemarin...
Jumat, 04 Juli 2014
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELI KONSUMEN PADA IKLAN FLEXY
PEMBAHASAN
A.
Profil Responden
Berikut
adalah hasil analisis profil responden yang meliputi : jenis kelamin, usia,
pendapatan atau uang saku, lama waktu penggunaan dan penggunaan merek lain.
TABEL 5.1
Frekuensi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
|
No
|
Jenis kelamin
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
Laki-laki
|
51
|
45,54
|
|
2
|
Perempuan
|
61
|
54,46
|
|
Jumlah
|
112
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Tabel 5.1 di
atas menunjukan bahwa persentase responden untuk perempuan adalah lebih besar
dengan jumlah 61 responden atau sebesar 54,46% jika dibandingkan dengan
laki-laki dengan jumlah 51 responden atau sebesar 45,54%.
TABEL 5.2
Frekuensi Responden Berdasarkan Usia
|
No
|
Usia
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
<
20 Tahun
|
31
|
27,68
|
|
2
|
20
- 23 Tahun
|
62
|
55,36
|
|
3
|
>
23 Tahun
|
19
|
16,96
|
|
Jumlah
|
112
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Tabel 5.2 di atas menunjukan bahwa
usia responden yang persentasenya terbesar adalah kelompok usia 20 – 23 tahun
dengan jumlah 62 responden atau sebesar 55,36%. Sedangkan proporsi kelompok
responden yang terkecil adalah responden
yang berada pada kelompok lebih dari 23 tahun dengan jumlah 19 responden atau sebesar
16,96%.
TABEL 5.3
Frekuensi Responden Berdasarkan Pendapatan
|
No
|
Pendapatan
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
Kurang
dari Rp 300.000
|
13
|
11,61
|
|
2
|
Rp
300.000- Rp 500.000
|
54
|
48,21
|
|
3
|
Lebih
dari Rp 500.000
|
45
|
40,18
|
|
Jumlah
|
112
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Dari Tabel 5.3 di atas dapat
diketahui bahwa persentase terbesar adalah kelompok responden yang mempunyai
pendapatan antara Rp300.000- Rp500.000 dengan jumlah 54 responden atau sebesar
48,21%. Sedangkan proporsi terkecil adalah kelompok responden yang mempunyai
pendapatan kurang dari Rp300.000 dengan
jumlah 13 responden atau sebesar 11,61%.
TABEL 5.4
Frekuensi Responden Berdasarkan Lama Waktu Penggunaan
|
No
|
Waktu Penggunaan
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
<
1 Tahun
|
21
|
18,75
|
|
2
|
1
- 3 Tahun
|
63
|
56,25
|
|
3
|
>
3 Tahun
|
28
|
25,00
|
|
Jumlah
|
112
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Tabel 5.4 di atas menunjukkan bahwa
persentase responden dengan waktu penggunaan 1- 3 tahun adalah proporsi
kelompok responden yang paling besar dengan jumlah 63 responden atau sebesar
56,25%, jika dibandingkan dengan kelompok responden lainya, yaitu <1 tahun
dengan jumlah 21 responden atau sebesar 18,75% dan .3 tahun dengan jumlah 28
responden atau sebesar 25,00%.
TABEL 5.5
Frekuensi Responden Berdasarkan Penggunaan Merek Lain
Selain Flexy
|
No
|
Penggunaan Merek
Lain
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
Ya
|
42
|
37,50
|
|
2
|
Tidak
|
70
|
62,50
|
|
Jumlah
|
112
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2014)
Tabel 5.5 menunjukkan bahwa
persentase responden yang menggunakan merek Simpati adalah lebih besar dengan
jumlah 70 responden atau sebesar 62,50% jika dibandingkan dengan responden yang
menyatakan bahwa mereka juga menggunakan merek kartu seluler lain selain kartu Flexy
dengan jumlah 42 responden atau sebesar 37,50%. Sedangkan proporsi responden
yang menyatakan juga menggunakan merek lain selain merek Flexy adalah sebagai
berikut :
TABEL 5.6
Data Merek Lain Yang Digunakan Responden Selain Flexy
|
No
|
Merek Lain
|
Jumlah
|
|
|
Jumlah Responden
|
Persentase (%)
|
||
|
1
|
Mentari
|
12
|
28,57
|
|
2
|
Pro
XL
|
9
|
21,43
|
|
3
|
IM
3
|
8
|
19,05
|
|
4
|
As
|
13
|
30,95
|
|
Jumlah
|
42
|
100
|
|
Sumber: Data Primer, diolah (2006)
Berdasarkan Tabel 5.6 terlihat bahwa
dari 42 responden yang menjawab Ya atau responden yang menyatakan juga
menggunakan merek lain selain merek Simpati maka diperoleh hasil sebagai
berikut : produk kartu seluler selain Simpati yang digunakan oleh responden adalah
Mentari 12 Orang dengan persentase 28,57%, Pro XL: 9 Orang dengan Persentase
21,43%, IM3 8 Orang dengan persentase 19,05%, dan kartu As 13 orang dengan persentase 30.95%.
B.
Uji Validitas dan Reliabilitas
Salah satu persoalan yang penting
dalam suatu penelitian adalah perlunya dilakukan pengetesan apakah suatu
instrumen atau alat ukur dalam pengambilan data untuk penelitian itu valid dan reliabel. Untuk memenuhi kriteria sebagai instrumen penelitian yang
valid dan reliabel, kuisioner yamg dibagikan dalam penelitian ini diuji
validitas (kesahihan) dengan menggunakan teknik korelasi Person product Moment dan reliabilitasnya (keandalan) dengan
menggunakan koefisien Alpha Cronbach.
Perhitungan dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS 11,5 dengan tingkat
signifikansi 5%. Pengujian validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menyebar
kuisioner kepada responden sebanyak 30 responden.
Jumlah
butir kuisioner adalah 13 yang merupakan pengembangan dari 5 konstruk. Suatu
butir pertanyaan akan dikatakan valid apabila
nilai signifikansi skor korelasinya lebih kecil dari 0,05. hasil pengujian
validitas instrumen penelitian dapat dilihat
padaq Tabel 5.7.
Hasil uji
validitas pada tabel menunjukan bahwa tidak terdapat butir pertanyaan dari
total 13 butir pertanyaan pada lima variabel atau konstruk yang ada dalam
penelitian mempunyai skor korelasi negatif dan atau mempunyai nilai
signifikansi lebih besar dari 0,05 atau dengan kata lain seluruh butir
pertanyaan tersebut dinyatakan valid
atau sahih.
TABEL 5.7
Hasil
Pengujian Validitas Instrumen Penelitian
|
Butir pertanyaan
|
Skor Korelasi
|
Signifikansi
|
Keterangan
|
|
Switcher
|
|||
|
Butir_1
|
0,940
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_2
|
0,899
|
0,000
|
Valid
|
|
Habitual Buyer
|
|||
|
Butir_1
|
0,918
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_2
|
0,812
|
0,000
|
Valid
|
|
Satisfied
Buyer
|
|||
|
Butir_1
|
0,728
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_2
|
0,704
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_3
|
0,826
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_4
|
0,585
|
0,001
|
Valid
|
|
Likes The
Brand
|
|||
|
Butir_1
|
0,940
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_2
|
0,943
|
0,000
|
Valid
|
|
Commited
Buyer
|
|||
|
Butir_1
|
0,829
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_2
|
0,886
|
0,000
|
Valid
|
|
Butir_3
|
0,942
|
0,000
|
Valid
|
Sumber : Data Primer, diolah (2014)
Uji
reliabilitas terhadap item-item
pertanyaan dari kuisioner digunakan untuk mengukur kehandalan atau konsistensi
dari instrumen penelitian. Suatu angket dikatakan andal (reliabel) jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah
konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas ini diukur melalui
koefisien atau alpha (Cronbrach alpha). Suatu variabel akan
dikatakan reliabel apabila nilai
koefisien Alpha cronbach-nya positif dan
lebih besar dari 0,6 (Rangkuti. F, 2002 : 77).
Hasil uji
reliabilitas untuk variabel switcher, habitual
buyer, satisfied buyer, likes the brand dan commited buyer secara singkat dapat ditunjukkan dalam Tabel 5.8
berikut :
TABEL 5.8
Hasil
Pengujian Reliabilitas Instrumen Penelitian
|
Variabel
|
Koefisien Alpha
|
Keterangan
|
|
Switcher
|
0,8061
|
Reliabel
|
|
Habitual Buyer
|
0,6465
|
Reliabel
|
|
Satisfied Buyer
|
0,6729
|
Reliabel
|
|
Likes The Brand
|
0,8805
|
Reliabel
|
|
Commited Buyer
|
0,8501
|
Reliabel
|
Sumber
: Data Primer, diolah (2014)
Hasil uji
reliabilitas dalam Tabel 5.8 di atas menunjukkan bahwa semua variabel yang
terdiri dari variabel switcher, habitual
buyer, satisfied buyer, likes the brand dan commited buyer adalah reliabel karena nilai koefisien Alpha cronbach-nya lebih besar dari
nilai batas kemungkinan reliabilitas, yaitu 0,6.
C.
Hasil Penelitian (Uji Hipotesis)
1.
Pengujian Hipotesis Pertama
Pada rumusan masalah pertama yang dikemukakan pada awal
bab, peneliti mengajukan rumusan masalah bagaimana loyalitas konsumen terhadap
kartu seluler Flexy. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti
mengajukan hipotesis sebagai jawaban sementara bahwa konsumen loyal terhadap
kartu seluler Flexy. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk
membuktikan hipotesis tersebut adalah possibility
Rate of Transition. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut :
(Durianto, dkk, 2001 : 133)
ProT = -
Ln
x 100% x t
Keterangan :
proT :
Kemungkinan perpindahan suatu merek
Alx :
Konsumen yang tetap setia terhadap merek X
Atx : Total
konsumen yang di teliti dari merek X
t : Banyaknya penelitian
Semakin
besar nilai ProT yang diperoleh maka diperkirakan tingkat loyalitas pelanggan
semakin mengecil. Selanjutnya dari hasil analisis dapat diketahui bagaimana
loyalitas konsumen terhadap merek produk kartu seluler Simpati dengan
menggunakan rumus tersebut. Prosedurnya adalah sebagai berikut :
a.
Diketahui
Konsumen yang tetap setia terhadap kartu seluler
Simpati sama dengan 70 dan total konsumen yang diteliti adalah 112.
b.
Perhitungan
Menentukan tingkat perpindahan produk kartu
seluler Simpati
ProT = -
Ln
x 100% x t
ProT = -
Ln
x 100% x 1
ProT = 47%
Sedangkan
kemungkinan perpindahan merek dari satu ke merek lain dapat dilihat pada tabel
berikut :
TABEL 5.9
Perhitungan Tingkat
Perpindahan (ProT)
|
Merek
|
ProT(%)
|
Percentage
of Unloyal
|
Atrition
Rate
|
|
Simpati
|
ProT = -
ProT = 47%
|
=
|
= 9,5%
|
Sumber
: Data Primer, diolah (2014)
Dilihat
dari persentase nilai ProT dan Atrition Rate juga menghasilkan kesimpulan
dengan urutan yang sama. Berarti konsumen produk kartu seluler Flexy yang
melakukan perpindahan merek sebesar 47% dengan nilai persentase Atrition rate sebesar 9,5%. Dari hasil analisis
tersebut menunjukan bahwa hipotesis pertama yang menyatakan bahwa konsumen
loyal terhadap kartu seluler Flexy adalah terbukti karena persentase
perpindahan merek serta persentase konsumen yang tidak loyal relatif tidak
terlalu besar jumlahnya.
2.
Pengujian Hipotesis Kedua
pada
rumusan masalah kedua yang dikemukakan pada awal bab, peneliti mengajukan
rumusan masalah bagaimanakah penilaian konsumen terhadap tingkatan-tingkatan
loyalitas merek (brand loyalty) kartu
seluler Flexy. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut peneliti mengajukan
hipotesis sebagai jawaban sementara bahwa penilaian konsumen terhadap
tingkatan-tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy adalah pada kategori
baik. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini untuk membuktikan
hipotesis tersebut adalah analisis Mean
Aritmatik. Formula yang digunakan adalah sebagai berikut : (Durianto, dkk,
2001 :43)
Sedangkan standar deviasinya dihitung
dengan formula sebagai berikut :
SD =

xi :
Nilai pengukuran ke – i
fi : Frekuensi kelas ke – i
n :
Banyaknya pengamatan
Hasil
perhitungan mean dan standar deviasi pada masing-masing tingkatan loyalitas
merek (switcher, habitual buyer,
satisfied buyer, likes the brand, dan commited buyer). Setelah diketahui
nilai mean per variabel dibagi dengan jumlah butir pertanyaan atau item dari masing-masing tingkatan
loyalitas merek terhadap produk kartu seluler Flexy. Adapun hasil perhitungan
dari masing-masing tingkatan loyalitas merek adalah sebagai berikut :
a.
Switcher
Mean (x) :
2,915
Switcher : 34,38%
Standar deviasi :
1,288
b.
Habitual Buyer
Mean
(x)
: 3,875
Habitual Buyer : 71,43%
Standar
deviasi : 1,036
c.
Satisfied Buyer
Mean
(x) : 4,138
Satisfied Buyer : 81,70%
Standar deviasi :
0,810
d.
Likes the Brand
Mean
(x) : 3,826
Likes the Brand : 67,41%
Standar deviasi :
1,616
e.
Commited Buyer
Mean
(x) : 3,762
Commited Buyer : 70,83%
Standar
deviasi : 1,132
Berikut
adalah tabel ringkasan hasil analisis Mean
Aritmatik dari kelima tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy :
TABEL 5.10
Nilai Mean Aritmatik Pada Lima Tingkatan Loyalitas
Merek Produk Kartu Telepon Selular Flexy
|
No
|
Tingkatan Loyalitas Merek
|
Mean Aritmatik
|
|
1.
|
Switcher
|
2,915
|
|
2.
|
Habitual Buyer
|
3,875
|
|
3.
|
Satisfied Buyer
|
4,138
|
|
4.
|
Likes the Brand
|
3,826
|
|
5.
|
Commited Buyer
|
3,762
|
Sumber : Data primer, diolah (2014)
Dari
perhitungan Mean Aritmatik terhadap
tingkatan loyalitas merek kartu seluler Flexy dapat diketahui bahwa tingkatan Satisfied buyer mempunyai nilai
rata-rata hitung yang paling besar yaitu 4,138, sedangkan tingkatan Switcher mempunyai nilai rata-rata
hitung yang paling rendah, yaitu 2,915. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa
tingkatan Satisfied buyer mempunyai
nilai terbaik diantara tingkatan loyalitas merek yang lain. Hasil ini
mengindikasikan bahwa sebagian besar masyarakat depok mempertimbangkan untuk
tetap setia kepada merek kartu seluler Flexy karena puas dengan produk tersebut
meskipun menanggung Switching Cost.
Untuk
mengetahui penilaian konsumen terhadap masing-masing tingkatan loyalitas merek
maka digunakan rentang skala, yaitu data yang sudah didapatkan, dicari nilai
rata-ratanya untuk mengetahui ukuran pemusatan dan ukuran keragaman tanggapan
responden yang kemudian dapat diketahui dimana letak rata-rata penilaian
responden terhadap setiap unsur
tingkatan loyalitas merek produk kartu seluler Flexy. Prosedur pembuatan
interval penilaian tersebut adalah sebagai berikut :
a.
Membuat interval dari nilai rata-rata pada setiap variabel dalam interval yang berjumlah
lima, sehingga
intervalnya dapat dihitung sebagai berikut :
Interval =
=
= 0,8
b.
Melakukan pengambilan keputusan dengan kriteria
penilaian sebagai berikut :
Nilai
1,00 – 1,79 : Sangat Jelek
Nilai
1,80 – 2,59 : Jelek
Nilai
2,60 – 3,39 : Cukup
Nilai
3,40 – 4,19 : Baik
Nilai
4,20 – 5,00 : Sangat Baik
1,00
1,80 2,60 3,40 4,201 5,00
Sangat
Jelek Jelek Cukup Baik Sangat Baik
Berdasarkan Tabel 5.10 dapat diketahui bahwa
penilaian konsumen produk kartu telepon seluler terhadap masing-masing
tingkatan loyalitas merek yaitu :
a.
Switcher
Nilai rata-rata responden Switcher sebesar 2,915 sehingga masuk
dalam kategori cukup (rentang 2,60 – 3,39).
b.
Habitual Buyer
Nilai
rata-rata responden Habitual Buyer
sebesar 3,875 sehingga masuk dalam kategori baik ( rentang 3,40 – 4,19).
c.
Satisfied Buyer
Nilai
rata-rata responden Satisfied Buyer
sebesar 4,138 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).
d.
Likes the Brand
Nilai
rata-rata responden Likes the Brand sebesar
3,826 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).
e.
Commited Buyer
Nilai
rata-rata responden Commited Buyer
sebesar 3,762 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19).
D.
Pembahasan (Interprestasi)
- Tingkat Perpindahan Merek
Berdasarkan
data yang sudah dianalisis terlihat bahwa dari 112 responden terdapat 70 orang
yang tidak menggunakan merek lain dan akan tetap menggunakan produk kartu
seluler Flexy, sedangkan 42 orang selain menggunakan merek Flexy juga
menggunakan merek kartu seluler lainya dengan komposisi sebagai berikut : 12
orang juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek Mentari, 9 orang
juga menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek Pro XL, 8 orang juga
menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek IM3, dan 13 orang juga
menggunakan dan kemungkinan akan berpindah ke merek As.
Setelah
dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus ProT (Possibility Rate of Transition)
dari data di atas maka didapatkan hasil sebagai berikut : merek Simpati sebesar
47%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa konsumen atau pengguna kartu
seluler Simpati yang berniat akan melakukan perpindahan merek adalah relatif
tidak terlalu besar yaitu 47%. Hal ini membuktikan bahwa konsumen loyal
terhadap kartu seluler Flexy.
- Penilaian Konsumen Terhadap Tingkatan Brand Loyalty
a.
Switcher
Pelanggan
yang berada pada tingkatan loyalitas ini dikatakan sebagai pelanggan yang
berada pada tingkatan paling dasar. Dari hasil analisis yang diperoleh nilai
rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 2,915 sehingga masuk dalam kategori
cukup (rentang 2,60 – 3,39) dengan demikian informasi yang didapat memberikan
harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian ini tidak terjadi
perpindahan yang terlalu besar. Hal ini disebabkan karena Simpati merupakan
produk yang relatif paling lama dan sekaligus mampu memberikan rintangan
pengalihan bagi konsumennya untuk berpindah ke merek lain. Salah satunya adalah
program Simpatizone yang merupakan ajang kreatifitas dan bertemunya users Flexy di seluruh Indonesia.
b.
Habitual Buyer
Pembeli yang
berada dalam tingkatan ini dapat dikategorikan sebagai pembeli yang puas dengan
merek yang digunakan atau setidaknya mereka tidak mengalami ketidakpuasan dalam
menggunakan merek tersebut. Jadi pembeli ini dalam pembelian suatu merek lebih
didasarkan atas kebiasaan mereka selama ini. Dari hasil analisis yang diperoleh
nilai rata-rata pada variabel ini adalah 3,875 sehingga masuk dalam kategori
baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat memberikan
harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian memiliki kebiasaan
membeli yang baik terhadap kartu seluler Simpati. Karena kartu seluler
merupakan produk yang harus secara continue
dikonsumsi maka secara otomatis proses pembeliannya pun merupakan suatu
kebiasaan (Habitual Behaviour).
c.
Satisfied Buyer
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini akan
puas bila mereka menggunakan produk tersebut walaupun dengan biaya peralihan.
Dari hasil analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah
sebesar 4,138 sehingga masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan
demikian informasi yang didapat memberikan harapan yang baik karena responden
dalam penelitian ini memiliki tingakat kepuasan membeli yang baik terhadap
kartu seluler Flexy. Hal ini disebabkan karena Simpati mampu memberikan harga,
tingkat pelayanan serta fitur produk yang secara relatif lebih baik dari
harapan (expectation) pelanggan.
d.
Likes the Brand
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini
merupakan pembelin yang sungguh-sungguh menyukai merek tersebut. Dari hasil
analisis yang diperoleh nilai rata-rata pada variabel ini adalah 3,826 sehingga
masuk dalam kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang
didapat memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian
memilki tingkat kesukaan terhadap merek yang baik terhadap kartu seluler Flexy.
Jika merek produk dipersepsi menjadi merek yang mampu memberikan kepuasan, maka
konsumen juga akan menjadikan merek tersebut sebagai merek kebanggan yang
disukainya.
e.
Commited Buyer
Pembeli yang berada dalam tingkatan loyalitas ini
merupakan pelanggan yang sangat setia sehingga sampai bersedia menginformasikan
tentang produk tersebut kepada orang lain. Dari hasil analisis yang diperoleh
nilai rata-rata pada variabel ini adalah sebesar 3,762 sehingga masuk dalam
kategori baik (rentang 3,40 – 4,19) dengan demikian informasi yang didapat
memberikan harapan yang cukup baik karena responden dalam penelitian memiliki komitmen
yang cukup baik terhadap kartu seluler Flexy. Konsumen yang sudah merasa bahwa
mereka puas dengan kinerja produk, menyukai produk, menjadikan proses pembelian
sebagai kebiasaan maka mereka juga akan menjadi konsumen yang punya komitmen
besar terhadap merek yang bersangkutan.
KESIMPULAN DAN SARAN
A.
Kesimpulan
Ada
beberapa kesimpulan yang dapat dikemukakan berdasarkan hasil analisis pada bab
sebelumnya. Kesimpulan dalam bab ini merupakan jawaban atas semua pertanyaan
atau permasalahan yang dikemukakan dalam bab1. adapun kesimpulan tersebut
antara lain sebagai berikut :
- Secara umum loyalitas konsumen terhadap kartu seluler Flexy adalah baik atau loyal. Hal ini dapat dilihat dari nilai kemungkinan perpindahan merek (ProT) kartu seluler Simpati adalah (47%) dan nilai Atrition Rate adalah (9,5%) yang menunjukan persentase seorang konsumen berpindah ke merek lain yang didapat dari pengurangan nilai ProT dengan nilai persentase yang tidak loyal (percentage of unloyal). Dengan demikian hipotesis pertama yang diajukan terbukti.
- Secara umum penilaian konsumen terhadap tingkatan-tingkatan brand loyalty adalah cukup baik. Hal tersebut dapat dilihat dari nilai mean aritmatik yang berada pada kategori penilaian interval baik (3,40 – 4,19) untuk semua tingkatan brand loyalty, kecuali untuk tingkatan Switcher. Tingkatan Satisfied Buyer mempunyai nilai rata-rata hitung tertinggi (4,138) sehingga merupakan tingkatan yang paling baik menurut penilaian konsumen. Dengan demikian hipotesis yang kedua yang diajukan tidak terbukti sepenuhnya.
B. Saran
Berdasarkan
analisis dan kesimpulan di atas, penulis mencoba memberikan masukan kepada
pihak perusahaan terhadap penelitian yang telah dilakukan, maka diajukan
saran-saran sebagai berikut :
1.
Perusahaan disarankan untuk mampu secara continue membuat program-program pemasaran
yang bisa membuat konsumen benar-benar merasakan kepuasan dari penggunaan
produk kartu seluler Simpati, strategi rintangan pengalihan yang digunakan
untuk meminimalisasi adanya perpindahan ke merek lain serta penanganan keluhan
dari konsumen. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk mampu menjaga loyalitas
konsumen produk kartu seluler Flexy.
2.
Selain itu perusahaan juga disarankan untuk mampu
membuat konsumen untuk benar-benar menyukai produk kartu seluler Flexy. Hal
tersebut dapat dilakukan dengan menambah fasilitas canggih yang melekat pada simcard dan program komunikasi pemasaran
yang lebih intensif sehingga konsumen mempunyai penilaian yang baik terhadap
produk.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi, 1996, Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan Praktis, Edisi Revisi Enam, Cetakan Ketigabelas, Jakarta :Rineka Cipta.
Biro
Administrasi Akademik, 2005, Pedoman
Akademik, Yogyakarta : UAD Press.
Danik,
Tri Retno, 2003, Loyalitas Konsumen
Terhadap Pasta Gigi Merek Pepsodent. Skripsi, Yogyakarta:
Universitas Muhammadiyah (tidak dipublikasikan).
Durianto,
Darmadi, Sugiarto, Tony Sitinjak, 2001, Strategi
Menaklukkan Pasar Melalui Riset Ekuitas dan Perilaku Merek. Jakarta: Gramedia Pustaka
Utama,
Hadi,
Sutrisno, 1996, Teknik Riset dan
Peramalan Penjualan, Yogyakarta : Andi
Offset.
Kotler,
Philip., 1997, Manajemen Pemasaran,
Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 1, (Terjemahan : Teguh, Hendra dan Rusli, Ronny),
Prenhallindo, Jakarta.
Pertama
di Indonesia, kartu prabayar bertarif flat per detik
Didapatkan:
http//www.telkomsel.com/web/corporate/index..(11
April 2006).
Peter, J. Paul, dan Olson, J.C, 2000, Consumer Behavior: Perilaku Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi
Keempat, Jilid 2, ( Terjemahan : Sihombing, Damos), Jakarta : Erlangga.
Rangkuti, Freddy, 2002, The
Power of Brands: Teknik Mengelola
Brand Equity dan Strategi Pengembangan Merek, Jakarta
: Gramedia Pustaka Utama.
Langganan:
Postingan (Atom)
